Jumat, 05 November 2010

Tepat 1 tahun

5 November 2009-5 November 2010...

Yahhh.. Ga berasa udah setahun berlalu aku ga bermain futsal. Susah emang buat ninggalin olahraga satu ini. Dulu, seminggu ga bermain futsal rasanya aneh banget.

Sekarang???

Boro-boro main futsal, lari aja belum bisa.

Semua berubah gara-gara kejadian setahun silam. Dimana aku ngalami cedera patah kaki. Cedera yang benar-benar buat hancur hidupku dan keluargaku. Terbaring selama 10 bulan benar-benar menyiksa.

Tanpa aktivitas....................
Tanpa berjalan normal..............
Tanpa nikmati hidupmu ini..........

Sungguh itu benar-benar buat aku terpukul. Apalagi pertengahan April aku harus di operasi gara-gara tak kunjung sembuh saat berobat ke dukun patah. Aku benar-benar merasa bersalah terhadap keluargaku. Terutama kepada ayahku yang selama ini harus kerja keras mencukupi kehidupan keluarganya.

Maka dari itu aku sempat memikirkan untuk pensiun dari kegiatan bermain futsalku. Itu adalah satu keputusan yang berat ku ambil. Yang ada dipikiranku saat itu cuma 1 : "Ga mau ngecewain ayahku lagi."

Tapi seiringnya waktu ayahku ga sependapat denganku.

Dia tetap memberi semangat dan dukungannya kepadaku.

Dalam perjalanan pulang setelah check kondisi kaki aku, dia memotivasiku untuk tetap semangat.

"Udah agak enakan kan kakinya?"

"Udah lumayan la yah.."

"Masih mau bermain futsal lagi?"

"Kayaknya aku ga bakal main lagi yah."

"Napa?"

"Masih takut.. Lagian kalo patah lagi kan harus di operasi. Sayang duitnya..

"Kau emang udah suka kali main futsal ya?"

"iya.."

"Napa harus berhenti? Kalo emang udah suka kali kenapa harus ga main lagi. Kau harus tetap semangat, jangan nyerah karena patah kaki. Tunjukkan kalo kau bisa bangkit dan main lagi. Ga usah kau pikirkan tentang biaya operasi. Yang kau pikirkan adalah bagaimana kau tetap bisa semangat dan fokus main tanpa permasalahkan kaki mu lagi."


Yaahh.. Percakapan yang sederhana. Tapi dari situlah aku mulai memikirkan kembali rencana ku untuk stop bermain futsal. Apalagi ada keinginan 1% untuk kembali bermain futsal jika sudah diperbolehkan lagi. Ditambah dukungan 100% dari ayahku aku pun mengurungkan niatku dengan yakin 100% membatalkan rencanaku berhenti bermain futsal.

Pertengahan Agustus kemarin aku akhirnya bisa berjalan normal kembali. Rasa nya seperti habis keluar dari penjara setelah terkurung selama 10 bulan. Walaupun aku belum bisa main futsal dan pen ini masih melekat di kaki ku,aku berharap dalam waktu ga lama aku bisa bermain futsal lagi. Ya paling tidak aku harus tetap bersabar dan menunggu maksimal sampai 2 tahun lagi untuk bermain. Semoga bisa terwujud.....
Amiiinnnn...... :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar