Entah kenapa waktu itu aku enggak bisa tidur. Aku keluar kamar dan kulihat Ayah dan Mamaku sedang asik berbincang diteras rumah. Aku pun meghidupkan TV yang letaknya di ruang tengah untuk ngilangi kebosananku. Manatau ada acara enak malam itu. Ku ganti2 channel TV sampai akhirnya aku melihat ada pertandingan bola di salah satu TV swasta.
Aku tertegun saat itu melihat pertandingan di TV itu.
"Inikan kaos bola yang dikasih ayahku waktu itu."
Yap, seperti yang sudah kuceritakan di blog sebelumnya. Ayahku memberikan hadiah berupa bola karet dan kaos bola kepadaku saat aku ulang tahun. Kaos berwarna biru hitam nomor 20 bernama Recoba. Hingga akhirnya aku tau kalo itu adalah kaos tim Intermilan. Dan tepat di depan mataku tim itu sedang bertanding saat itu.
Saat itu Inter bertanding melawan Chievo dimana kedudukan masih 1-1. Beberapa menit kemudian gol tercipta. Yang nyetak pemain dengan kepala plontos. Dan ku tau kalo itu yang namanya Ronaldo. Lama kulihat permainan Inter saat itu menarik sepanjang pertandingan. Apalagi pemain yang tertulis di baju pemberian Ayahku yaitu Recoba, mainnya lumayan bagus. Lincah dan Skill nya lumayan bagus. Tapi entah kenapa gol2 berikutnya ga kunjung datang. Malah Chievo berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Terdengar suara peluit berbunyi. Ternyata itulah akhir dari pertandingan itu. Yah,walaupun berakhir seri tapi permainan Inter bagus dan menghiburku saat itu. Aku pun tertarik dengan klub ini. Apalagi kulihat di koran Inter berada diperingkat 1. Aku pun semakin menyukai tim ini.
2 minggu berlalu kulihat kembali di koran, klasemen berubah. Inter berada di peringkat 3. kulihat di hasil pertandingan Inter dikalahkan Lazio 4-2. Cukup sedih apalagi terpampang sebuah foto di sebelah klasemen salah satu tim mengangkat piala yang akhirnya ku tau kalo itu adalah Juventus. Ya.. kompetisi rupanya sudah berakhir dan Juventus juara saat itu menyalip Inter.
Kecewa saat itu. Apa mungkin sebaiknya aku jadi seorang fans Juventus? Tidak.. Aku ingin ngehormati pemberian ayahku. Aku diberi hadiah kaos Intermilan dan aku juga harus jadi fans Intermilan. Kubuang pikiranku jauh-jauh untuk jadi fans Juventus.
Hingga akhirnya aku aktif membaca berita-berita tentang sepakbola. Terutama Intermilan. Aku mulai mengenal satu persatu nama-nama pemain Inter. Ternyata pilihanku tidak salah. Banyak bintang yang beredar di tim itu. Recoba, Vieri, Toldo, Zanettu, dll.
2002-2006
4 tahun aku jadi seorang Interisti. Benar-benar perjalanan yang cukup berat. Tanpa ada satupun gelar juara yang diraih Inter. Apalagi ditambah ejekan-ejekan panas kawanku yang fans Juventus mencela Inter. Padahal materi pemainnya cukup bagus. Musim 2006 akhirnya aku bisa sedikit tersenyum bangga dengan tim ini. Inter berhasil menjuarai coppa italy. Walaupun hanya kompetisi kelas 2 di Italy tapi setidaknya bisa meraih prestasi. Sampai akhirnya sebuah skandal calciopoli terjadi. Skandal pengaturan skor dan wasit. Tim-tim seperti Juventus dan Milan terlibat dalam skandal itu. Aku senang karena beruntung Inter tidak terlibat dalam kasus itu. Apalagi scudetto di musim 2005/2006 milik Juventus di degradasikan dan gelarnya dicabut diberi ke Intermilan. Scudetto pertama setelah lebih dari 20 tahun lamanya. Ya walaupun hanya pemberian paling tidak bisa membangkitkan permainan Inter.
Betul saja. Sejak kasus curang itu Inter akhirnya mulai menunjukkan kualitasnya dengan menyabet scudetto di musim 06/07, 07/08, 08/09, 09/10. Rentetan scudetto ini benar-benar luar biasa. Menunjukkan kualitas Inter sebenarnya.
Musim 2009-2010 adalah musim terbaik Inter. 3 kompetisi yang dijalani semua berakhir dengan menjadi juara.
Scudetto 2009-2010

Coppa Italy 2010

dan yang teranyar dan terbaik adalah Liga Champion 2010
Hasil yang Fantastis... Inter di era Mourinho ini benar-benar menunjukkan kapasitasnya. Mourinho benar-benar jitu meracik strategi tim. Ditambah skuad yang bisa dikatakan bagus. Bertabur pemain-pemain kelas dunia seperti Sneijder, Eto'o, Milito, Cambiasso,dll. Kuat dalam bertahan tapi tetap berbahaya di depan. Tidak sia-sia bagiku menunggu dan tetap setia menjadi Interisti selama 8 tahun.
Musim ini Mourinho hijrah ke Madrid dan digantikan Benitez. Sedikit miris dengan Benitez. Apalagi ditambah prestasi buruk tim yang ditangani nya sebelum Inter. Pada awal mulanya Inter era Benitez tampil baik dengan menjuarai Supercoppa italy.

Tapi setelah itu,rentetan hasil buruk diraih Inter. Terdampar di peringkat 5 kalsemen sementara. Bukan hanya dari hasil pertandingan, dari segi permainan pun sangat berbeda jauh dari Inter sebelumnya yang meraih treble winners. Padahal skuad yang ada sama dengan skuad musim lalu. Semoga Benitez bisa cepat memperbaiki penampilan yang ada dari Inter saat ini.
Yah.. walaupun begitu, aku tetap bakal selalu dukung Inter. 8 tahun menjadi Interisti tetap membuatku bangga dengan raihan prestasi yang dibuatnya. Tidak selamanya sebuah tim bisa terus diatas. Pasti ada saatnya permasalahan itu ada. Mungkin musim inilah waktu nya tiba. Aku enggak bakal kecewa jika musim ini Inter gagal juara. Mungkin itu sebuah peringatan buat tim ini untuk tidak sombong dan segera berbenah diri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar