Selasa, 07 Februari 2012

Mitos dan Bullshit

Hidup ini semacam mitos dan bullshit. Terkadang manusia bisa berada di atas bisa di bawah, tergantung bagaimana posisi enaknya gimana. Bahkan manusia yang bisa diatas bisa jatuh ke bawah, mungkin manusia ini merasa jalan itu datar tanpa tangga, jadi kepleset dia. bahkan manusia yang dibawah itu bisa naik keatas, mungkin sang pasangan bosan diatas dan mau nyoba dibawah, tergantung gimana enaknya aja. Dan sampe sekarang aku masih bingung, kenapa posisi ku selalu dibawah-bawah aja. Padahal aku lakik, lakik harus diatas!! karena lakik minum extra joss!!! Bukan bukan, aku ga bermaksud mempromosikan salah satu iklan di tipi-tipi itu. Maksud dari aku selalu dibawah dan dibawah itu adalah masalah nilai dan IP aku di kuliah ini.

Seperti yang aku bilang tadi, hidup ini cuma mitos dan bullshit. Salah satunya yang itu, nilai mata kuliah yang benar benar kampret ga ketulungan. IP benar-benar standar.. Pas-pasan makan. Gue kesal, mukak udah standar, masak IP standar juga. Tragis....

Dan tentu, aku benar-benar kesal sama orang-orang yang bahas-bahas masalah IP di luar kampus terutama di jejaring sosial dan BBM. Ini benar-benar gak manusiawi. Pemerintah harusnya membuat undang-undang baru yang melarang pengguna jejaring sosial yang bersenang ria membahas msalah IP beserta isi-isi kampretnya. Dan tentu satu lagi pemerintah juga harus melarang pengguna jejaring sosial untuk berasmara ria di dunia web. Ini benar- benar kejam. Buat apa coba bermesra-mesraan di dunia jejaring sosial kalo emang selalu ketemu tiap harinya. Benar-benar menyakitkan hati para pengguna jejaring sosial lainnya yang ga sempat pacaran karena sibuk memikirkan dunia pendidikan kayak aku. Pemerintah harus lebih teliti dalam hal ini. Dan bukan hanya jejaring sosial, begitu juga BBM yang meliputi display picture dan personal message BBM. Kenapa aku nyingkatnya dengan kata-kata BBM?  Gue ga mau bikin malu diri sendiri. Jujur, gue gak mau orang lain tau kalo sampe saat ini aku ga tau gimana cara nuliskan kata dari mesenjer. Nah, kalo aku tulis kata massanger, aku selalu keingat dengan salah satu website sebut saja Naughty America dengan judul Massanger 18 yang menceritakan pijat plus plus. Nah, ceritanya ini sang cowok telanjang di suatu kasur kemudian si cewek itu ngusuk punggung si cowok. Beberapa menit kemudian si cewek buka baju sampe bugil dan ngusuk punggung cowok itu dengan dada nya. Nah.... ini kok jadi ngebahas tentang seks??? Ya tuhan, maafkan daku yang maha agung tipatul cembiling..

Oke, bicara tentang mitos, aku teringat dengan suatu mitos menyeramkan yang pernah aku dengar dari emak aku. jadi gini ceritanya. Dulu waktu aku masih SD, aku sering kali makan nasi di depan pintu masuk rumah. Tiap aku makan disitu, emak aku selalu melarang karena dibilangnya ga boleh makan didepan pintu. Aku pun jadi penasaran dan bertanya

"Mak, kok aku ga boleh makan depan pintu?" *pasang muka imut*

Emakku pun menjawab "Pokoknya ga boleh. Haram hukumnya"

Berdetik-detik, bermenit-menit, berjam-jam, berhari-hari, berminggu-minggu, hingga bertahun-tahun aku selalu mikiri mitos itu saking penasaran. Hingga akhirnya nurut aku umurku udah cukup untuk tahu kenapa dilarang, aku pun kembali nanyak ke emakku

"Mak, dulu aku sering dilarang makan depan pintu. kenapa? Kasitau la. Kan aku udah gede."

dan emakku pun menjawab "iya, ga boleh. Soalnya nanti kalo ada orang lewat kan ga enak jadinya. Tau la tetangga-tetangga yang lain kalo kau dulu cuma dikasih makan nasi pake kecap sama telor doang."

Aku pun ga bisa bilang apa-apa mendengar jawaban emakku. Jantungku rasanya tiba-tiba berhenti berdetak, bulu-bulu ketek ku berguguran, rambut-rambutku mulai memutih, dan yang aku ingat waktu itu aku sedang bermadu ria dengan Gita Gutaw*. Sampe akhirnya aku sadar kalo aku sedang bermimpi. Ini benar-benar tragis...

Back to undang-undang pelarangan berpacaran di jejaring sosial..

Dengan dibuatnya peraturan itu, akan bisa memperkuat kesatuan bangsa dan untuk memperbaiki citra indonesia dengan panca sila nya.
Bicara tentang pancasila, Hidup warga Indonesia ini benar-benar ga mencerminkan sila-sila yang ada. Mari kita bahas..

Sila pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa

Selama aku bertapa, aku ga bisa menemukan arti dari maksud sila ini. Ntahlah, hanya Tuhan, Pemerintah dan nenek moyang aku yang tau.....

Sila Kedua : Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Sila ini betul-betul perlu diteliti dan didaur bulang. Seperti yang aku bilang diatas. Bagaimana manusia bisa adil dan beradab kalo masih ada saja orang-orang yeng berpacaran di jejaring sosial?? Bagaimana dengan nasib-nasib para-para fakir asmara dan jomblo terlantar?? Bagaimana manusia bisa adil dan beradab, kalo para suami punya istri lebih dari satu? Bagaimana dengan nasib-nasib jomblo-jomblo yang udah tua renta lainnya bisa bertahan hidup kalo jatah jodohnya diambil orang lain yang sudah beristri? Ini perlu dibenahi oleh pemerintah..

Sila ketiga : Persatuan Indonesia

Bagaimana Indonesia bisa bersatu kalo kodrat jomblo itu ga bisa diatur? Yang ganteng sama yang cantik, Yang jelek mau nya sama yang ganteng atau cantik, Yang jelek gak mau sama yang jelek. Bagaimana Indonesia bisa bersatu kalo ga ada keadilan dalam pembagian jatah jodoh?? Ini juga harus dibenahi..

Sila ke empat : Kerakyatan Yang di Pimpin oleh Hikmat Kebijaksanan,dalam Permusyawaratan Perwakilan.

Aku benar-benar gelap dengan sila ini. Bukan bukan karena aku ga tau maksudnya. Aku tau maksud dari arti sila ini, tapi tolong beritahu aku.. Permusyawaratan artinya apa yak?

Sila kelima : Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Aku ga perlu cerita panjang lebar tentang sila ini. Jelas sila ini salah besar!! Bagaimana mungkin aku bisa jelaskan kesalahan sila ini, kalo sila 2 dan 3saja ga betul. Nah...

Nah bicara mengenai kejelian pemerintah, aku teringat dengan iklan-iklan yang ada di tipi.
Aku sering lihat iklan di tipi, misal sikat gigi di iklannya ada pemeran lagi praktekin cara sikat gigi, iklan sampo pemerannya lagi praktekin cara pake sampo,  iklan deodoran pemerannya lagi praktekin cara nya dengan gesek ke keteknya. Itu contoh iklan yang betul, walaupun ada sedikit kecacatan dalam iklan deodorant.

Aku pernah liat ditipi iklan salah satu merk deodorant dimana si pemerannya gosoki keteknya pake deodorant membentuk tanda centang / checklist. Itu agak random. Kalo di dunia pendidikan checklist ini maksudnya jawaban benar. Lalu gimana jadinya dengan siswa-siswa yang jawabannya selalu salah?? Masak mereka ga boleh pake deodorant itu kalo jawabannya selalu salah. Benar-benar gak manusiawi.

Pemerintah harus sedikit lebih jeli dalam menyeleksi iklan iklan yang ada untuk membantu masyarakat cara pemakaiannya. Dan sampe saat ini, pemerintah benar-benar ga jeli dalam mengambil keputusan.
Iklan iklan yang harus di teliti lagi adalah iklan soft tex, sabun sirih dan sabun mandi.

Di iklan softex, bagaimana bisa wanita-wanita Indonesia bisa tau cara pemakainnya kalo di iklan itu aja si pemeran cuma megang-megang softex tersebut. Padahal pemakaian ini begitu penting buat wanita untuk kelangsungan hidupnya di masa depan.

Lalu aku pernah liat iklan salah satu sabun sirih, dimana si pemerannya cuma megang botol sabunnya sambil bekoar-koar ga jelas tanpa mempraktekkanya secara langsung. Benar-benar ga adil..

Lalu di salah satu iklan sabun di tipi, dimana si pemeran ceweknya lagi bershower sambil menggosok bagian punggungnya dengan sabun. Aku tunggu-tunggu sampe iklannya abis, ternyata cuma menunjukkan pemakaian di punggungnya aja. Aku benar-benar kecewa. Yang aku takutkan bagaimana dengan nasib anak-anak dibawah umur yang ga tau apa-apa cara pemakaiannya. Bisa-bisa begitu liat iklan ini, mereka cuma menggosokkan bagian punggung aja tanpa menggosok bagian lainnya. Pikiri cobak, masak sabun itu fungsinya cuma menggosok bagian punggung aja? Apa kabar dengan bagian tubuh depan beserta kaki-kaki nya?? Bisa-bisa bekurik la.. Apa gak kaya coba dokter-dokter di Indonesia ini kalo iklannya ga sepenuh hati menunjukkan cara pemakaiannya ke anak-anak dibawah umur.
Dan adalagi.. Aku pernah liat salah satu iklan sabun dimana si pemerannya lagi berendam di bath tub sambil gosokkan kaki nya dengan sabun. Ini maksudnya apa hah???!!!
Apa kabar dengan orang-orang yang berpenghasilan rendah ga sanggup beli bath tub buat berendam?? Ini iklan benar-benar ga berpendidikan dan menghina kaum bawah. Ga mungkin kan mereka berendam di dalam ember??? Nah..

Dan seperti yang aku bilang daritadi, pemerintah harus benar-benar jeli dalam hal-hal ini. Aku benar-benar prihatin dengan keadaan Indonesia kalo saja warga-warga nya ga bisa diatur dan dikasih pendidikan yang sejelas-jelasnya..

Sekian... Wassalam.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar