Bukan hanya timnas nya tapi kompetisi Liga nya pun berantakan. Mulai dari jadwal yang ga jelas, suporter yang suka merusuh, kinerja wasit yang ga bagus.
Sampai akhirnya salah satu pemberontak PSSI menciptakan Liga Premier Indonesia. Sampe kebakaran jenggot pun Nurdin dan anggotanya karena adanya kompetisi itu.
Sebenarnya permainan Timnas sudah lumayan membaik di Piala AFF beberapa waktu yang lalu. Tapi tentu aja adanya politisasi dan kebebasan media massa yang terlalu mengekspos dan mengagung-agungkan Timnas kita waktu itu sedikit merusak penampilan kita. Padahal kita cuma menang 6-0 dari Laos tapi hebohnya minta ampun. Belum lagi karena masuk final abis menang agregrat cuma 2-0 aja sama filipina di semifinal. Masih jauh kalilah pencapaian itu dibandingi ama kemenangan timnas kita 13-1 lawan filipina 2004 yang lalu. baru 2-0 lawan tim lemah aja udah heboh.
Dan tentu yang buat aku makin jijik ama Nurdin Halid adalah komentarnya mengenai penampilan Timnas kita.
"Banyak cercaan yang dialamatkan kepada saya terkait kepemimpinan di PSSI. Namun mereka mengelu-elukan timnas saat berlaga di lapangan. Padahal keberhasilan timnas tersebut tak lepas dari kepemimpinan saya di PSSI."
Monyet kau tuh sukses karena kau. Emang udah buat apa kau ? Ga ada kan? Anjeng!
Untungnya masa jabatan Nurdin bakal berakhir tahun ini sebagai Ketum PSSI dan banyak pihak yang menolak dia memperpanjang masa jabatannya. Yeaahhh!!!
Cepat-cepat bertobatlah kau Nurdin laknat yang terkutuk!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar